Jumat, 20 November 2015

Cumi Goreng Tepung Asam Manis

Bahan -Bahan

  1. 500 gr cumi segar,kupas kulitnya
  2. 5 siung bawang putih,haluskan
  3. garam dan merica secukupnya
  4. 200 gr tepung bumbu siap pakai
  5. 2 butir telur ayam,kocok
  6. minyak goreng secukupnya

Saus asam manis

  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 1/2 buah bawang bombay,diiris tipis
  • 100 gr saus tomat
  • 2 siung bawang putih,cincang halus
  • 1 sendok teh jeruk nipis,
  • 2 sendok makan saus sambal
  • garam dan gula pasir secukupnya

Cara Membuat Cumi goreng tepung asam manis pedas

  1. potong cumi menjadi 4 bagian
  2. lumuri potongan cumi dengan bawang putih,garam dan merica bubuk hingga merata
  3. potongan cumi dicelupkan kedalam kocokan telur,gulingkan diatas tepung bumbu hingga rata
  4. goreng dalam minyak panas sedang hingga matng,angkat dan tiriskan
  5. saus asam manis: panaskan minyak goreng,tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum
  6. masukan saus toma,saus sambal,garam dan gula pasir masak hingga matang
  7. sebelum diangkat,masukan air jeruk nipis,aduk rata dan angkat
  8. sajikan cumi goreng dengan dibaluri saus asam manis

Selasa, 27 Oktober 2015

DO'A MALAMKU

Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Ya Rabb...
Terimakasih Engkau masih memberikan kesempatan menikmati hidup dan kehidupan kepada kami,aku,keluargaku,saudara seimanku,keluarga saudara seimanku,sahabatku,keluarga sahabatku,juga seluruh umatMu di muka bumi ini
Semoga umur kami bermanfaat
Semoga keluarga kami bahagia
Dalam mengarungi hidup dan kehidupan yang telah Engkau berikan

Yaa Rabbii....hanya kepadaMu aku mohon pertolongan
Semoga Rakyat Palestina segera terbebas dari kebiadaban tentara zionis
Semoga tiada lagi yang lapar
Semoga tiada lagi yang terluka
Semoga tiada lagi air mata yang sia-sia
Yaa Rabbiii... Tuhan seluruh alam semesta
Kami mohonkan kepada Engkau
Semoga bencana di muka bumiMu ini segera berakhir
Semoga hujan segera turun di bumi NKRI ini,sehingga seluruh hutan yang terbakar segera padam
Agar saudara kami segera mehirup udara yang bersih seperti semula
Yaa Rabb.... Yaa Kariim
Aku bosan mendengar dan melihat pertikaian
Maka aku mohon kepada Engkau...
Mampuhkan kami menjemput hidayahMu
Agar kami segera kembali kejalan yang benar
Jalan yang Engkau Ridhai
Sehingga keadilan itu merata
Sehingga keamanan itu terjaga
Sehingga hukum itu sempurna
Walau kesempurnaan itu hanya milikMu,namun mampuhkan kami mendekati kesempurnaan sesuai kehendakMu
Ya Alloh....
Terangilah jalan hidup ksmi
Ringankan lah langkah kami dalam melewati
semua ujian-ujian yang Engkau turunkan
Yaa Illaahii....
Hapuskan lah dosa-dosa kami yang lalu
mau pun di hari ini, baik disengaja
atau pun tidak sengaja
Cerahkan lah masa depan hidup kami
Ya Alloh....
Bersihkan lah hati ini dari rasa benci
serta niat-niat yang merugikan orang lain.
Dan berilah kami petunjukMu
Agar setiap waktuMu menjadi do'a dalam nafas kami
Yaa Malik....
Ijin aku memaafkan orang-orang yang telah berbuat khilaf kepadaku
Dan aku mohon,Engkaupun memaafkannya
Yaa Rabbii....
Damaikanlah hati kami dari kekecewaan hari ini
Dan bangunkanlah kami esok hari dengan rezeki yang lebih baik
Jangan sampai kami termasuk kedalam golongan orang yang merugi
Bismika Allaahumma ahyaa wa amuut
Aamiin

Minggu, 11 Oktober 2015

INI 6 (ENAM) PENYEBAB SULITNYA BERTEMU JODOH

Anda tahu kenapa jodoh itu lama ditemukan? Menurut satu artikel yang saya baca, ada 6 faktor mengapa kita lama bertemu jodoh. Usaha sudah dibuat tetapi mengapa masih ada yang tidak bertemu jodohnya? Menurut Dr Hj Mohd Fadzilah Kamsah, sulitnya bertemu jodoh ini dimungkinkankarena:
1. Usaha Belum Sempurna “Usaha sudah dibuat tetapi usaha yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai itu tidak dilakukan, alias belum sempurna.

2. Belum Benar-benar Bersedia “Pasangan sudah ada tetapi orang yang hendak mencari jodoh itu belum benar-benar bersedia. Orang yang bersedia adalah orang yang benar-benar merasakan dirinya siap menjadi suami, dan siapmenjadi isteri.

3. Tidak adadaya penarik “dalam diri kita harus ada semacam magnet yang nantinya bisa menarik pasangan kita atau siapapun untuk sayang pada kita. Daya tarikan ini berpusat di hati. caranya ialah dengan mengisi hati kita dengan sifat-sifat yang sempurna dan positif. Kalau kita benci pada orang, maka sangat mungkin orangyang sayang pada kita akan jauh bahkan enggan untuk kita pinang. “Kita perlu perbanyakkan istighfar, solat taubat, solat hajat, istikharah, witir dan sebagainya untuk membersihkan hati kita. Maka hati kita akan jadi magnet untuk menarik orang yang sesuai dengan kita.

4. Doa belum terkabul “Kita berdoa untuk mendapatkan jodoh. Alloh SWT telah berfirman: “Mintalah kepada-Ku nescaya Aku perkenankan…” Persoalannya, kenapa masih tidak bertemu jodoh? Salah satu puncak doa tidak makbul ialah hati masih kotor, rezeki masih belum berkah, zakat masih belum sempurna dan sebagainya. Hati yang masih kotor bermakna masih benci atau sakit hati pada orang.

5. Restu Ibu Bapa belum didapat “Jodoh yang sulit ditemukan mungkin juga disebabkan restu orang tua belum didapat atau belum sepenuhnya didapat. Orang tua masih enggan melepaskan anaknya. Maka dari itu, mintalah izin orang tua terutama kepada Ibunya.

6. Faktor Metafizikal “Kadang-kadang sulit bertemu jodoh juga disebabkan ada faktor-faktor metafizikal yang sulit dijelaskan. Jika hal seperti mitafisik tersebut terjadi, maka segera bentengi diri atau pulihkan diri dengan mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa, minta pada-NYA agar segala yang tidak baik bisa segera hilang dari dalam diri.

media ikhram.com


Jumat, 09 Oktober 2015

Kue Kering Vanila Cornflake



 Kering Vanila CornflakeBahan
 150 gram margarin
100 gram gula tepung
1/4 sendok teh esens vanila
1 kuning telur
1 sendok makan susu cair
200 gram tepung terigu protein rendah
25 gram tepung maizena
1/2 sendok teh baking powder
25 gram cornflake, diremahkan kasar
1 sendok makan gula palem untuk taburan



 Kering Vanila Cornflake
Cara membuat Kering Vanila Cornflake, resep kue :
  1. Kocok margarin, gula tepung, dan esens vanila 40 detik. Tambahkan kuning telur. Kocok rata. Masukkan susu cair. Kocok rata.
  2. Tambahkan tepung terigu, tepung maizena, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata. Masukkan cornflake. Aduk rata.
  3. Sendokkan di loyang yang dioles margarin. Tabur gula palem.
  4. Oven 20 menit dengan suhu 150 derajat Celsius.
Untuk 480 gram

KASTENGEL KEJU



Bahan :
175 gram Mentega
175 gram Margarin
4 butir kuning telur
250 gram keju parut
400 gram tepung terigu protein rendah
Vanily

Cara membuat :
1. Mentega, Margarin, Keju parut, vanily, Kuning telur Aduk dgn Sendok Kayu...
Aduk sampai rata.

2. Terakhir masukkan Tepung terigu, Ratakan.

3. Ambil Adonan bentuk Bulatan lonjong ( sesuai selera ), Olesi permukaan nya dgn kuning telur + taburan keju parut.

3. Taruh dlm loyang yg sdh diolesi dgn Mentega sckpnya
Panggang Sampai matang.

Sumber : ARKAME

NASTAR SELAI NANAS



Bahan :
250 gram tepung terigu protein rendah
susu bubuk 1 sdm
25 gram tepung maizena
Mentega 175 gram
Telur 4 butir ( ambil kuning nya saja ), 3 utk adonan & 1 utk olesan.
Gula pasir 50 gram
Cengkeh 50 gam utk hiasan

Bahan Selai :
1/2 buah Nanas, Parut
garam 1/2 sdt
100 gam gula pasir

Cara membuat :
1. Membuat Selai Nanas
- Rebus Nanas Parut, gula pasir, kayu manis dan garam hingga agak mengering.

2. Cara membuat Nastar
- Campurkan tepung Terigu, Tepung Maizena dan Susu bubuk terus Ayak.

3. Kemudian kocok Mentega, gula pasir dan kuning telur hingga kuning telur Lembut.

4. Campur semua Adonan, Aduk hingga rata menggunakan Spatula hingga Adonan bisa di bentuk.

5. Ambil Adonan, Bentuk Bulatan kemudian Isi dgn Selai Nanas.
Hiasi Atasnya dgn Cengkeh terus Olesi dgn Kuning Telur

6. Taruh di Atas Loyang yg sdh di Olesi dgn Margarin secukupnya.
Panggang selama 25 menit.

Selasa, 06 Oktober 2015

MODAL USAHA JANGAN DENGAN UANG RIBA

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Keterpurakanku tidak berhenti sampai hilangnya harta (Baca:JANGAN "MENDEKATI" RENTENIR)pertengan tahun 2006,aku pulang ke Bandung dalam keadaan "zero",tak punya apa-apa,kami kembali ke rumah orangtuaku,tepatnya Ibuku,karena Bapak sudah Almarhum. Ibuku tidak tega melihat aku yang biasa ada kesibukan yang menghasilkan ini hanya melamun,yang akhirnya beliau memberi modal sebesar Rp.3.750.000,waktu itu aku jualan makanan anak-anak dan nasi uduk di depan rumah ibuku. Alhamdulillaah laku...
Baru dua minggu jualan,tiba-tiba ada pembeli yang ngajak ngobrol,yang ujung-ujungnya menawarkan modal,ternya dia dari KOPERASI "bank Keliling" awalnya aku tolak. Namun dengan nada memelas dia bilang "kalau teteh mau  jadi "nasabah",berarti menolong saya,karena saya blm dapat nasabah bulan ini jadi saya tidak akan mendapat gaji".
Ntah karena apa,akhirnya aku terbujuk,tidak besar hanya Rp.500.000 dipotong administrasi Rp.50.000,jadi aku terima Rp.450.000,yang nantinya setiap harinya aku harus mencicil Rp.20.000 selama 30x. Ah kecil,pikirku.
Baru cicilan ke-20x,eh dia nawari lagi,bahasa dia "dibarukan"...syaithon apa yang nempel diragaku waktu itu,aku "iya" saja,padahal nerimanya hanya Rp.250.000 yang harus aku cicil tetap Rp.20.000/hari.
Subhanallaah,Maha Suci Alloh dengan keburukan yang telah aku ciptakan....
Tidak harus menunggu lama,dalam tiga bulan daganganku habis uangpun ludes. Malah gaji suamikupun ikut terpakai untuk nyicil.
Akhirnya aku berhenti jualan.....sudah sampai disitukah?

Astaghfirullaahal'azhiim,karena aku tidak bisa bantu mencari nafkah suami,suamiku menyerah,merasa tidak sanggup membiayayai hidup dan sekolah anak-anak.
Dan puncaknya kami bercerai.

Kesimpulannya "RIBA MENGHANCURKAN KEHIDUPAN DUNIA AKHIRAT"
Disebutkan dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُوكِلَهُ، وَشَاهِدَيْهِ، وَكَاتِبَهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang makan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan disahihkan Al-Albani)
Dalam riwayat yang lain, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَةً: آكِلَ الرِّبَا، وَمُوكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat 10 orang: pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Ahmad 635).
Dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan:
وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: “Mereka semua sama.” (Baihaqi dalam As-Shugra, 1871).

Aku hanya mampu beristighfar,waktu itu aku hanya mempunyai keyakinan walau hidup sendiri dengan harus mengurus dan menyekolahkan anak-anakku Alloh SWT akan memampuhkan kami. Aamiin

Yang menjadi catatanku,mantan suamiku tidak salah. Ini teguran dari Alloh SWT,karena kami hidup dengan cara yang "haram".

JANGAN "MENDEKATI" RENTENIR

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saudaraku....

Pagi ini,aku memberanikan diri untuk berbagi pengalaman yang kurang mengenakan,namun sepertinya kalau pengalamanku ini tidak pernah aku sampaikan,aku khawatir ada  "korban" lain selain diriku.

Tahun 1990 aku menikah,aku dan suamiku (sekarang sudah mantan) sama-sama bekerja pada suatu perusahaan garment. Tahun 1992 aku dikaruniai Alloh SWT seorang putra dan aku tetap bekerja.

Tahun 1994 aku melahirkan lagi seorang putri,dan aku berhenti bekerja. Alhamdulillaah kami tetap bisa hidup walau paspasan,bisa kontrak rumah dan makan saja tetap kami syukuri.

Tahun 2000,Alloh SWT memberi kepercayaan lagi pada kami,aku melahirkan anak ke-3,seorang putri kembali. Alhamdulillaah masih dapat hidup dengan normal.

Karena ada sesuatu,kami pindah kontrakan dari Jakarta Utara pindah ke Jakarta Timur.

Di sana aku mulai bantu suami lagi,namun kali ini "serabutan",kadang membuat kue,membuat es teh,malah sempat aku jadi tukang cuci. Semua itu aku jalani demi perekonomian keluarga.

Malah aku sempat jualan nasi,baso dan bubur. Alhamdulillaah penghasilan kami bertambah,sampai bisa mencicil motor.

Apalagi ketika aku dipercaya oleh kawan untuk membuka showroom,pendapatan kami sudah mulai meningkat.

Namun saudaraku...

Ketenangan dan kenyamanan kami mulai "ternoda"...

Berawal dari kedatangan seorang kawan suami untuk meminjam uang,karena kami sedang tidak ada (minjamnya cukup lumayan),dia (kawan kami) minta tolong dicarikan orang yang suka meminjamkan uang (rentenir).

Kebetulan tetangga kami ada yang suka meminjamkan uang,tanpa merasa berdosa ditunjukanlah kepada kawan kami itu. Dan akhirnya berkelanjutan "bisnis" tetangga dan kawan kami. Tidak cukup satu kawan,setiap kawan suami yang ingin "minta tolong" selalu kami tunjukan kepada tetangga kami.

Terlepas dari "bisnis" mereka,bisnis aku berjalan lancar,pesanan kue semakin banyak,konpeksi,showroom juga lumayan meningkat. Sampai kami bisa pindah kontrakan dari kontrakan sepetak ke perumahan lumayan elite. 

Tahun 2006 usaha kami semakin meningkat,sampai bertambah menjadi memiliki apotik,Alhamdulillaah.

Saudaraku...

Kenyamanan kami tiba-tiba terenggut,tiba-tiba tetangga kami (rentenir) bolak balik menanyakan uang yang dipinjam kawan-kawan suami,katanya macet. Tetangga saya tidak mau tau,dulunya yang mengenalkan mereka kan kami katanya.

Akhirnya saya terpaksa turun tangan mencari kawan suami itu,Innalillaahi....ternyata mereka kabur,padahal uangnya sudah ratusan juta.

Dan terpaksa pula saya mengejar mereka sampai ke kampungnya,namun tak kami jumpai.

Saudaraku...

Menolong anjing kejepit....seminggu saya mencari kawan yang kabur itu,meninggalkan anak-anak,usaha dan kegiatan yang lainnya.

Tiba-tiba saya mendapat telpon dari suami,bahwa kendaraan,barang-barang dan yang lainnya di "jarah". Habis tak tersisa.....

Aku beristighfar...

Aku teringat nasihat Bapak "Barangsiapa menolong dalam yang haram atau berbuat dosa, maka ia dihukumi sama dalam melakukan maksiat. Ini kaedah yang telah disimpulkan dari Al Qur’an dan hadits"

 

Saudaraku...tanpa harus  dijelaskan secara rinci,"hanya" menunjukan saja Alloh SWT telah murka.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang saling tolong menolong dalam maksiat.
Dalam hadits juga disebutkan,
وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

Saudaraku,mudah-mudahan pengalamanku ini tidak terjadi pada kalian. Sekarang penyesalan dan derita yang aku rasakan.



Bandung,7 Oktober 2015 Wed.04:14