Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Saudaraku....
Pagi ini,aku memberanikan diri untuk berbagi pengalaman yang kurang mengenakan,namun sepertinya kalau pengalamanku ini tidak pernah aku sampaikan,aku khawatir ada "korban" lain selain diriku.
Tahun 1990 aku menikah,aku dan suamiku (sekarang sudah mantan) sama-sama bekerja pada suatu perusahaan garment. Tahun 1992 aku dikaruniai Alloh SWT seorang putra dan aku tetap bekerja.
Tahun 1994 aku melahirkan lagi seorang putri,dan aku berhenti bekerja. Alhamdulillaah kami tetap bisa hidup walau paspasan,bisa kontrak rumah dan makan saja tetap kami syukuri.
Tahun 2000,Alloh SWT memberi kepercayaan lagi pada kami,aku melahirkan anak ke-3,seorang putri kembali. Alhamdulillaah masih dapat hidup dengan normal.
Karena ada sesuatu,kami pindah kontrakan dari Jakarta Utara pindah ke Jakarta Timur.
Di sana aku mulai bantu suami lagi,namun kali ini "serabutan",kadang membuat kue,membuat es teh,malah sempat aku jadi tukang cuci. Semua itu aku jalani demi perekonomian keluarga.
Malah aku sempat jualan nasi,baso dan bubur. Alhamdulillaah penghasilan kami bertambah,sampai bisa mencicil motor.
Apalagi ketika aku dipercaya oleh kawan untuk membuka showroom,pendapatan kami sudah mulai meningkat.
Namun saudaraku...
Ketenangan dan kenyamanan kami mulai "ternoda"...
Berawal dari kedatangan seorang kawan suami untuk meminjam uang,karena kami sedang tidak ada (minjamnya cukup lumayan),dia (kawan kami) minta tolong dicarikan orang yang suka meminjamkan uang (rentenir).
Kebetulan tetangga kami ada yang suka meminjamkan uang,tanpa merasa berdosa ditunjukanlah kepada kawan kami itu. Dan akhirnya berkelanjutan "bisnis" tetangga dan kawan kami. Tidak cukup satu kawan,setiap kawan suami yang ingin "minta tolong" selalu kami tunjukan kepada tetangga kami.
Terlepas dari "bisnis" mereka,bisnis aku berjalan lancar,pesanan kue semakin banyak,konpeksi,showroom juga lumayan meningkat. Sampai kami bisa pindah kontrakan dari kontrakan sepetak ke perumahan lumayan elite.
Tahun 2006 usaha kami semakin meningkat,sampai bertambah menjadi memiliki apotik,Alhamdulillaah.
Saudaraku...
Kenyamanan kami tiba-tiba terenggut,tiba-tiba tetangga kami (rentenir) bolak balik menanyakan uang yang dipinjam kawan-kawan suami,katanya macet. Tetangga saya tidak mau tau,dulunya yang mengenalkan mereka kan kami katanya.
Akhirnya saya terpaksa turun tangan mencari kawan suami itu,Innalillaahi....ternyata mereka kabur,padahal uangnya sudah ratusan juta.
Dan terpaksa pula saya mengejar mereka sampai ke kampungnya,namun tak kami jumpai.
Saudaraku...
Menolong anjing kejepit....seminggu saya mencari kawan yang kabur itu,meninggalkan anak-anak,usaha dan kegiatan yang lainnya.
Tiba-tiba saya mendapat telpon dari suami,bahwa kendaraan,barang-barang dan yang lainnya di "jarah". Habis tak tersisa.....
Aku beristighfar...
Aku teringat nasihat Bapak "Barangsiapa menolong dalam yang haram atau berbuat dosa, maka ia dihukumi sama dalam melakukan maksiat. Ini kaedah yang telah disimpulkan dari Al Qur’an dan hadits"
Saudaraku...tanpa harus dijelaskan secara rinci,"hanya" menunjukan saja Alloh SWT telah murka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat
siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang saling tolong menolong dalam maksiat.Dalam hadits juga disebutkan,
وَمَنْ
سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا
وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ
أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan
mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang
yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun
juga.” (HR. Muslim no. 1017).Saudaraku,mudah-mudahan pengalamanku ini tidak terjadi pada kalian. Sekarang penyesalan dan derita yang aku rasakan.
Bandung,7 Oktober 2015 Wed.04:14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar